03 February, 2011

St Jerome's Laneway Music Festival

Laneway Festival sebenernya belum terkenal seheboh Coachella ato Glastonbury Festival. Kedua festival musik yang terakhir disebutkan adalah festival musik tahunan yang cukup besar, most anticipated, terutama para penggemar musik indie. Coachella di San Fransisco, US. Sedangkan Glastonbury, di UK. Inggris dan Amerika memiliki scene musik indie yang cukup maju. Nampaknya, Australia yang scene musik indienya sedang merangkak naik untuk berkembang juga memiliki festival musik tahunan, salah satunya St Jerome’s Laneway Festival.

St Jerome’s Laneway sudah diadakan secara tahunan selama 8 tahun. Awalnya Festival ini diadakan untuk merayakan ulang tahun club di Melbourne yang kemudian menjelma menjadi salah satu festival music indie terbesar di Australia.

Istimewanya tahun 2011 ini, Laneway Festival juga menginjakkan kakinya di Singapura. Yep, negara tetangga kita. Line-up artistnya yang dibawa ke Singapura juga sangat istimewa. Ohh haruskah disebutkan? Jangan iri jangan menyesal bagi yang belum sempat nonton ya.. *smirk* Warpaint, Ladyhawke, Beach House, Deerhunter, Holy Fuck, !!! (chk chk chk), Yeasayer, FOALS, and Temper Trap. Freakin’ efin’ awesome!!

Aku bela-belain nonton demi Beach House dan Foals, my inspiring artists. Selama ini cuma mimpi pengen nonton mereka, bahkan rasanya kok rada nggak mungkin dateng ke Indonesia. Mumpung mereka main ke Singapura, yaudah mari kita hajar berbackpack ria ke Singapura.

Sabtu, 29 Januari 2011. Gate masuk dibuka dari jam 13.00 waktu Singapura. Waktu itu aku masih di stasiun MRT Dhoby Ghaut, deket Orchard Ave. hujan gede banget, dan memutuskan buat makan dulu. Di situ aku, day, pandu, janji untuk ketemu dengan feli, mimi, dan nicole (2 nama terakhir adalah temennya feli, Singaporean)

Jam 2an kita sampe di Fort Canning Park, langsung masuk ke venue. Antre nggak panjang dan cepet. Tas nggak terlalu diperiksa, kalo ada makanan / minuman dari luar langsung keluarin di meja penampungan. Di peraturan memang sudah disebutkan no outside food & drink allowed. Dibandingkan dengan pemeriksaan di Indonesia, rasanya nyante banget. Nggak pake bodyguard gede bin serem, nice and friendly face. Semua orang yang dateng rasanya emang niatnya bersenang-senang dan petugasnya udah percaya.

Tag di tangan sudah dipasang, dibagiin booklet festivalnya dan free emergency raincoat, di depan panggung sudah banyak yang merapat. Tepat jam setengah 3, sesuai jadwal, Laneway dibuka langsung dihajar Warpaint.

Warpaint, berempat, cewek-cewek semua, cantik, apalagi bassistnya. Tapi aku nggak terlalu kenal musiknya, cuma ikut nyanyi bareng di lagu Undertow. Sound mereka bagus, kadang vokalisnya rada gengges nada2 minor gitu.. hihihi.. aku sih buka travel mat di atas bukit, biar bisa duduk & full view ke panggung. Hemat energi buat band-band yang aku tunggu. Cuaca sore itu mendung sisa hujan tapi masih kerasa panas. Lanjut Ladyhawke yang menggebrak, rame dan heboh dibawah loncat2 dan nyanyi bareng. Hitsnya Paris is Burning, sama penutupnya, Delirium dimainin bikin aku ga tahan jadi berdiri loncat2 sendiri.

Dan hujan pun turun waktu di stage lagi siap2 buat Beach House, aku nyelinap naik di balkon VIP ;p isinya bule semua, dan sempet ada cewe Singapore yang nemenin aku teriak2 di balkon itu waktu Beach House main. Hujan berhenti, saya pun diusir turun ke bawah. Beach House buka pake lagu Gila, lanjut Walk in the park, Norway, Real Love, Used to be..apalagi ya, banyak lah, ditutup pake 10 Mile Stereo. I was dancing barefoot under the showering rain. Magic. Absolutely magic.

Sudah cukup capek, beli drink coupon dan ditukarkan dengan segelas bir dingin. Okelah 8 S$ (my wallet was crying down there) buat segelas Tiger dingin. Kebelet ke toilet? Banyak portable toilet dipasang di samping. Rusuh, tapi tetep wangi, ga bau pesing.

Waktu itu Deerhunter sudah on stage, mereka setting alat sendiri. Lagu2 dari album Microcastle dimainin, termasuk Agoraphobia. Nasibku dengerin mereka sambil ngantre toilet. Tipsnya adalah, ngantrelah toilet waktu main stage sudah ada artistnya, karena antrian minum, makan dan toilet sepi.

Selesai Deerhunter, siap2 merangsek masuk ke depan panggung untuk Holy Fuck! Mereka juga set sendiri alat-alatnya, dibantu kru satu atau dua orang saja.. alat-alat yang mereka bawa dan perlu disetting cukup banyak dan aneh-aneh. Ndeso pol lah aku liatnya. Ya maklum, aku kan bukan musisi, cuma penggemar musik biasa.

Dibuka pake lagu-lagu dari album barunya: Latin America.. aku nggak apal deh judul2nya, yang jelas S.H.T MTN dimainin, p.i.g.s kayanya juga.. gila mereka asyik banget mainnya, dancing like crazy.. ditutup dengan Lovely Allen, wajib lah ya, dan ternyata suara baseball di awal lagunya itu bukan sampling, mereka bawa alatnya. *sinting* Agak gila di otak lihat band yang lagunya biasa di kupingku sepanjang kerja seharian jadi nyata di depan mata.

Selesai Holy Fuck, !!! siap-siap, mereka masuk nominasi best band di NME loh, great band I know. Vokalisnya atraktif banget, pakai kaos I love Singapore, loncat2, jalan2, masuk ke ke kerumunan penonton, hujan-hujanan, dilemparin bra yang terus digantung di tiang microphone, haha.. satu lagi kejutan !!!, salah satu personelnya, black woman with outstanding hairdo was blending with the crowds earlier. Siauuuul, soalnya dia di sebelahku waktu Beach House, crop t-shirtnya aku suka, sayang perutnya rada ndut gitu pikirku, makanya aku inget. Jamie, my intentions are bass menutup performance mereka dengan asoynya.

Yeasayer, siap2 di panggung, aku terus standby demi posisi terciamik nonton Foals. Enaknya festival ini ada DJ yang siap memainkan playlist lagu2 indie sepanjang pergantian set di panggung.. no silent moment baby.. Yeasayer ini cukup fenomenal karena unsur ecletic di lagu2nya, aku rasa sih karena salah satu vokalis & gitarisnya ada keturunan Indianya. Asyik. Cengkok-cengkok ala melayu itu mengingatkanku pada Charlie ST12 versi lebih berselera hahaha. No offense.

Tiba lah di saat Foals. Panggung mulai ditata, drum mulai disetting, rak gitar dijinjing masuk, keyboard, dan segala sesuatunya. Dj masih mainin lagu, dan saat stage manager menunjukkan jempolnya ke Dj, musik berhenti, dan kami semua di depan panggung teriak.. Foals Foals Foals Foals! Astaga naga rasanya nggak karuan, deg-degan.. belum lagi hujan yang makin deres.. beneran merinding. Rasanya beneran nggak kebayang, menghentakkan kepala yang basah kena air hujan.. mekibas2kan rambut penuh tetesan hujan.. merem & ngerasain titik2 hujan di wajah sambil bayangin ada Janis nyanyi di depanmu, dan waktu buka mata, emang ada dia, ada Foals nyanyi di depan! So real yet sureal.. aku nangis di lagu Spanish Sahara. So deep!

Kebanyakan lagu yang dimainkan lagu-lagu dari album antidotes, album total life forever Cuma nyumbang Blue blood, Total Life forever, dan Spanish Sahara. I am satisfied but not enough,, haha nggak bakal bisa bilang cukup deh sama Foals. Janis sempet tantrum rasanya waktu Two Steps Twice.

Abis Foals, Laneway pun ditutup sama band asal Australia, bervokalis orang Indonesia, Temper Trap. Lightingnya special, beda dari band-band sebelumnya. Temper Trap termasuk sangat popular di Singapore, terutama karena hits Sweet Dispositionnya. Siapa juga yang nggak tahu, yak an? Malam itu menjadi malam yang paling indah dalam hidupku. Terdampar di negri orang setelah dihajar lantunan lagu-lagu kelas dunia. 2012, kalau bisa saya mesti nonton di Melbourne nya! Berusaha!

suasana gerbang masuk Laneway :)

Warpaint on stage, i am on the hill


BEACH HOUSE!

mengantre toilet, kubik abu-abu itu lah toiletnya, handsfree flushing

should be more summer feeling than this..

Holyfuck, Pandu, and me. Photo courtesy of Day

Deerhunter

partner in crimes

the DJs

sepatu bisa dicuci no problem. elek beli lagi.

khusus untuk minuman, kita mesti beli kupon dulu..

bar yg menyediakan kebutuhan kesegaran dari yang halal air minum Fiji, Cokes / Sprites,
sampai yang kurang halal Beer, Vodka Cola, Redbull etc


Party's over, and we are all wet! \m/

Tips nonton festival music dari saya *just sharing:

  1. Pakai baju & sepatu senyaman mungkin. Who cares bout fashion. Jangan ngga pake baju nanti diliatin orang plus masuk angin.
  2. Sedia jas hujan & drypack untuk nyimpen barang berharga waktu hujan. Kalau memungkinkan pake boots supaya nggak licin kalau berlumpur
  3. Kamera seperlunya, nggak perlu SLR karena malah akan menambah berat & keribetan waktu nonton, kecuali emang ngebet. Kalo punya kamera tahan air / underwater case lebih baik, apalagi ada cadangan batrenya, plus memory card yang besar.
  4. Spare batre / emergency batre buat ponsel karena acara seharian dan ga bakal ada tempat numpang ngecharge. Jangan sampe pulang festival hp mati jadi kesusahan nyari temen yg ngilang krn mabuk / gps mati, rawan nyasar
  5. Bawa uang tunai secukupnya, apalagi kalau planning mau beli merchandise.
  6. Badan harus fit, makan sebelum masuk venue. Siapin cuti setelah nonton musik festival ini, karena bakalan legrek maksimal.
  7. Gunakan skala prioritas buat milih band mana yang bakal diseriusin, karena nggak mungkin berdiri loncat2 sepanjang festival, bakal tepar, istilahnya smart energy management *mwahahaha*
  8. Download jadwal / aplikasi / follow twitter account festivalnya supaya nggak ketinggalan info. Jadwal acara bisa berubah mendadak soalnya.
  9. Have fun, and party safe.
AYEYEYEAAA!!! i am so in love with music festival <3

1 comment:

  1. memory card yang "besar" itu kaya harddisk gt ya kak? :D

    ReplyDelete