13 March, 2012

The 2012 Laneway Festival: Sg

Yes I went to Laneway Music Festival this 2012. Again. I flew alone from Jakarta. I was hoping a calm solo escape in Singapore, but the fact that I couldn’t take my 6am flight, and rescheduled to 9 am had a small panic attack in result. At 12 am, I was still at the airport, nervous while queuing the immigration, then rushing to the MRT platform.

Funny thing, when you are alone, you will attract somebody, a asian guy from Perth poked me asking about the MRT station. So sorry that I didn’t ask his name. or did I? I just can’t remember.  Then, we were in the same MRT, and had a short talk about travelling. Thanks to my sandals & backpack that made me really look like a traveler. He was just came back from Turkey, and recommend me to go there. Guess now I regret a bit, coz he was telling me that he plans to enroll pilot academy in US this year, I miss a chance to get free ticket! (LOL)

Slightly almost 1 I arrived at Dhoby Gaut Station, reaching Singapore Plaza, then met my lovely friend: @isleeptillnoon Felicia.. she was already nervous waiting for me.. sorry Feli.. thank got I got meal during my flight, so I was ready to take a cab and go to Fort Canning Park! No time for even a single relax breath :hammer:




Ok then I was introduced to Rais, Feli’s friend, another solo-tripper from Indonesia.. ah it was so nice to be solo.. we are free to meet anybody else. While Feli still accompanied Ditto, me and Rais decided to queueing the entrance gate, it was quite looong queue! You know, it was taking me the whole Cults show to be finally got inside the venue! FTW! I was coming to Laneway for Cults! well I just could humming with Rais, sucks. Next year I’ll have this anticipated!

The sun was shinning so bright.. blue sky & white clouds above.. so happy with that summer feeling festival. Mineral water are the most wanted items, don’t forget wearing our sunshades, beer just got us higher! Yuck looks cool, brought the uk indie pop feeling..

The sun was too hot, I decided to grab some water and beers.. it was Chairlift on the stage, yes they have cozy sounds, just perfect for us while laying down on the grass. Then my 1st experience saw and listening to Austra’s performance. Man, they are pretty and dance like crazy. Their beats are indeniably danceable.. very earcatching.. well at least for me. Other outstanding performance also come from GIRLS, these guys were taking charge of a tribute to Whitney Houston who passed away that day. All Fort Canning park was singing together and got teary eyes, so sad yet sweet.

The Drums performed right after GIRLS. The sun was still shining so bright, and I was busy queueing for water and beers. I have ever watched the Drums couple months ago. It was in a small club, very intense, so it was like a strange feeling watching them far away my sight on a huge stage.  Then next I was just lazy sitting watched Anna Calvi, Laura Marling, and Twin Shadows.. excited for Feist, amazed by The Horror, until finally we were at the end of the festival: M83.

It was eyegasm, eargasm, I couldn’t even remember was I drunk or sleepy, or what, I knew I was sober. I almost cry, but sadly it wasn’t raining, a bit anti-climax but M83 on stage was awesome, magic. I got nothing left to say, they are marvellous.

At the beginning, I was a bit less enthusiast for Laneway, regarding there would be many Indonesian coming to this. The fact, yes it was, but the atmosphere of music festival – that wasn’t happen in Jakarta, I don’t know just create a different feeling. Cheering beer, talking with strangers while queueing, sharing tricks to smuggled tequila to the venue, a wink to bartender for an extra shot of vodka. Bule definetely showed us to have fun. When the show is over, we were with a drunk lady who shout calling her friends, it was fun! See you next year!


YUCK
GIRLS

Austra
M83




29 February, 2012

Sebuah catatan kecil di usia ke-26

[Hei ini hari terakhir di bulan Februari!! Harus segera posting!]

aku tua ya? Tua atau nggak tergantung persepsi. Aku tua dibandingkan anak smp, tapi aku jauh lebih muda dari sebagian besar orang-orang di kantor..hahaha *teteeeep

26 tahun sudah aku hidup. Setiap ulang tahunku datang, terasa ada hal yang lebih istimewa. Walaupun sebenarnya, sejak dulu aku bukan orang yang menganggap hari ulang tahun adalah hari yang “lebih” dibanding hari-hari lainnya. Aku nggak pernah punya pesta ulang taun yang heboh. Mungkin terakhir waktu TK, pesta ulang tahun di sekolah, bahkan umur 17 tahun pun, biasa saja.

Ulang tahun adalah momen di mana kita mengingat lagi apa yang sudah kita kerjakan, dan apa yang akan kita kerjakan di masa depan. Hampir mirip seperti tahun baru. Ya ulang tahun aku nggak jauh2 dari tahun baru, nuansanya masih mirip-mirip.

Ulang tahun ini terasa beda, karena aku sudah tidak menerima lagi ucapan dari Paya. Percaya nggak, tapi di tanggal 15 Feb pagi, aku mimpi, masukin mobil ke garasi sama Paya, rasanya kita abis pergi bareng. Kita ngobrol soal bensin mobil dan indikator panel di dasbor. Memang beliau nggak ngucapin selamat ulang taun, tapi beliau jawab bbrp pertanyaanku soal mobil. Ah, Paya………..

Beberapa tahun yang lalu aku pengen bikin kompilasi ucapan ulang tahun dari semua temen-temen, tapi belum sempat. Tahun ini harus. Ucapan ulang tahun itu seperti momen yang membawa semua temen lama maupun temen baru. Ada yang dulu ngucapin, tapi nggak lagi. Ada juga yang dulu belum kenal jadi nggak ngucapin, tapi taun ini ngucapin.

Serunya, dari ucapan ulang taun itu, bisa jadi obrolan pun berlanjut.. “apa kabar, sekarang di mana? Sibuk apa?” atau, dari ucapan itu aku bisa introspeksi tentang diri sendiri, seperti apa sih image kita di mata teman2 “semoga makin gaul” – oh jadi aku dianggepnya gaul.. entah dalam konotasi positif atau sarkastik, ah biarin lah.

Ada lagi, yang istimewa, adalah kado-kado dari temen baik. Kado digital yang imut-imut dari kang Dadang: gambar perempuan nyalain lilin di atas kue dan meniupnya. Aku sendiri hampir ngga inget kapan terakhir meniup lilin ulang taun. Hahaha.

nuhun ya kang @lesmanadadang

Ada lagi kado digital yang nggak kalah imut dari @tamagraph, lelaki muda yang puitis & manis *haiss, dibawakan oleh keponakannya, Zhizhi, yang bulet semuanya, dari mata, pipi, sampai bibir cembetutnya, hihhhh gemes.. untung tulisannya bukan “Tante Titis” tapi “ka Titis”

*pengen peluk Zhizhi!!!

….trus jadi speechless….hahaha Thank God, each birthday reminds me that i have known a lot of people who care about me..

*abis itu kompilasi ucapannya males juga dong, abis banyaaaaak bangeeeet :S

10 February, 2012

Royksopp's Night Out versi Jakarta

Emang ya rasanya beda kalau kita nonton band yang kita suka langsung di depan mata. Bisa gila! Eh aku ga mabok kan kemaren? Hahaha..

Finally, aku bisa liat Röyksopp, langsung di depan mata, ga perlu susah2 backpacking ke Eropa! Thanks to IsmayaLive, 8 Feb kemaren mereka didatengin ke sini! Inget bbrp tahun yang lalu dikenalin sama temennya Day, Mike. Kita langsung ngobrol nyambung gara-gara awalnya ngomongin Röyksopp. Waktu itu tahun 2008 kalo nggak salah, aku bilang kalo salah satu band yang pengen aku liat live-nya adalah Röyksopp.

Waktu itu aku sudah mulai suka musik-musik elektronik, tapi scene seperti itu belum mulai hype di Indonesia – eh apa aku yang ndeso ya.. :D penasaran aja musik-musik begitu livenya gimana. liat di you-tube keren, belum lagi album Röyksopp’s Night Outnya yang memang direkam live rasanya gahar bener..

..daaaan, emang gahaaar, gila aku gilaaa.. loncat2 ga berhenti! Sempet ngerasain crowd di belakang deket mixer, pengen ngerasain sound yang optimal hihihi (biasanya aku selalu merangsek ke depan kalo nge-gig) yang ternyata crowdnya kurang heboh (apa karena ini Indonesia?). Bener aja pas pindah ke depan, ambiencenya jadi makin gilaaa..

Röyskopp didatengin sama IsmayaLive, sekalian sama Bag Raiders, Rory Phillips, dan Erol Alkan. Dua nama terakhir terkenal sbg DJ di UK, banyak remixan & rework mereka yang keren2. Tapi pas kemaren, mereka mainin mixingan lagu mereka sendiri. Bag Raiders was awesome, sayang mereka main duluan, jam 7 teng! Lha aku baru nyampe, pas banget masuk venue pas Turbo Lovenya hiks hiks.

Rory Philips on the deck

Röyksopp main abis Bag Raiders & Rory Philips, mereka buka pelan-pelan pake Alpha Male, trus Happy Up Here, hajar Remind me.. abis itu apa ya.. zzzz lupak.. ooh The Girl & The Robot, trus crowds calm down ke The Alcoholic, satu-satunya lagu dari album Senior yang dimainin..pas ini juga aku pindah ke depan nih.. trus aku lupaaa, ada True to Life, ada juga This Must Be It, ga inget udah mana duluan yang dimainin.. udah gila, mana dilanjut What Else is There & Only This Moment.. trus apa ya.. *parah sekipnya pokoknya tau2 encore: Poor Leno sama apa ya.. errrr tobat lupa!

Royskopp's Crowd

Pokoknya berakhir dengan berkeringat penuh semangat! Yay! Videonya cakep2 nih, Cuma gede banget sizenya karena pake HD, kapan2 diupload lah.. :*

10 January, 2012

too much..


too many songs we sing
too many laugh we share
too many roads we travel
too many problems you fix
too much doubts you ease
too much joys you give
too much beautiful things
too much love we have
too hard to say goodbye, Paya

we have so little time to say any of the things we mean.
we have so little time for any of it.

R.I.P Paya 8 June 1957 - 15 Dec 2011

17 October, 2011

R.e.m.a.j.a

Tadi pagi, rekan kerja saya menyodorkan majalah National Geographic Indonesia edisi Oktober 2011. “Tis, coba kamu baca, bagus nih insight tentang remaja”. Di sampulnya memang tertulis headline “Di Balik Gejolak Darah Muda – kami tak segila yang kalian kira”. Wah, terdengar menggoda ya? Jadi sambil menyalakan komputer kantor, saya pun mulai membaca artikel utama itu.

Remaja memang ditakdirkan berbuat nakal, rebellious, mencoba segala sesuatu yang baru karena perkembangan lobus parientalis mereka. Ibaratnya saat remaja, otak mereka memang “setengah jadi” maka dari situlah segala perilaku ajaib,aneh dan kadang terkesan bodoh, itu muncul. Perilaku mereka amatlah peka terhadap reinforcement positif, terutama social reinforcement. Remaja sangat tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan kawan-kawannya, dan akan melakukan hal-hal yang mengundang decak kagum kawan-kawannya. Sangat menggebu-gebu.

Pikiran saya pun kembali ke hari Sabtu yang lalu. Sebuah Sabtu sore yang panas di Jakarta, setelah menyelesaikan sesuatu yang alhamdulillah banget, saya mampir ke 7-eleven Senayan untuk minum air mineral dan kopi dingin. Saya terpaksa duduk di luar karena bangku di dalam penuh, selain karena teman saya ingin merokok. Kursi-kursi di teras itu hampir semuanya penuh, beberapa yang tersisa kosong mejanya kotor dan berantakan, duh. Akhirnya saya menemukan tempat duduk di sudut teras itu. Mata saya leluasa memandang ke seluruh sudut teras, isinya semuanya anak muda, saya yakin beberapa dari mereka masih masuk kriteria usia remaja.

Ada 2 meja yang menarik perhatian saya, meja berisi gadis-gadis remaja ibukota. Di meja yang satu gaya busananya sangat menarik, rok mini, blus bunga-bunga, wedges, sunglasses. Di meja yang satu lagi gaya busana standar, jeans, t-shirt dan sepatu flats. Mereka sama-sama berisik, tertawa riuh atau senyum lebar menunjukkan gigi berbehel sambil menyibakkan rambut panjangnya, dengan tangan tidak lepas dari blackberry (Kebayang kan? Tipikal remaja kota banget).

Di meja mereka ada botol hijau heineken. Saya yakin sih diantara mereka ada yang belum 21 tahun, jadi penasaran sebenarnya 7-11 atau circle-K di Indonesia rajin menanyakan identitas atau tidak sih ke remaja-remaja yang membeli minuman beralkohol itu? Waktu saya di luar negri, saya pernah membeli sekaleng bir di circle-K, dan mas kasirnya menanyakan identitas saya sambil cengar-cengir begitu sadar umur saya sudah 25 tahun. Di sana tertulis yang intinya “jangan merasa tersinggung ketika kami menanyakan kartu identitas anda karena berarti anda terlihat seperti 16 tahun atau lebih muda” hahaha. Oh ya kembali ke meja-meja remaja itu, botol heineken itu terlihat sudah tidak dingin, titik-titik embun di botol itu tidak terlihat. Sepertinya mereka sudah lama nongkrong di situ, tapi sayangnya botol bir itu masih terisi setengah. Tak seberapa lama, si empunya botol menegak isinya, hanya sedikit yang masuk ke mulut, raut wajah datar terlihat sedikit susah menelannya, dan ia meraih chitato di sisi meja yang lain. Kasihan, seperti tersiksa.

Sementara meja lain yang lebih atraktif, seorang baru saja kembali dari dalam 7-eleven, membawa sebotol mix max hijau, dan sekaleng coke. Di gelas slurpee dia mulai meramu minuman, mix max dicampur bir, dan satu lagi coke dan bir. Terlihat mata mereka mengerjap setelah mencoba ramuan itu. Sebel ya, kalau remaja memaksakan diri seperti itu.

Kenapa harus memaksakan diri sih? Karena nongkrong di 7-eleven sambil minum bir & merokok itu keren. Sayang ya, ketika kita remaja kita memang berusaha menyamakan diri dengan teman-teman, dengan trend, tapi menjadi sia-sia kalau ternyata kita bukannya berusaha menemukan diri kita. Jangan lah minum kalau tidak bisa menikmati, jangan merokok jika memang bukan ketagihan nikotin. Maksudnya, boleh saja mengikuti trend, supaya bukan menjadi outliar, tapi ada kalanya mesti kembali ke diri sendiri, bagaimana tidak kehilangan jati diri (eh tapi masa remaja kan memang masa mencari jati diri ya?) bagaimana mulai menggali dalam hati kita, apa sih yang memang ingin kita kerjakan. Apa sih aspirasi kita? Mau jadi apa sih kita? Kok kita ya? Saya kan sudah bukan remaja J Remaja memang harus berani memberontak, tapi bagaimana mengekspresikannya itu yang sebaiknya dengan cara yang kreatif. Gimana adek-adek?

(Ending tulisan ini kenapa jadi terkesan membingungkan dan labil ya? Apa saya masih remaja?)



waktu saya remaja, ah senang yaaa :)

14 October, 2011

M83. Raconte-Moi Une Histoire

Mata terbelalak, merinding di sekujur tubuh, dan berteriak (dalam hati) waktu pertama kali mendengar salah satu track di album M83 yang terbaru “Hurry Up, We’re Dreaming”. Bagaimana tidak, track semacam ini adalah track yang ingin saya ciptakan selama ini!!!

Saya musisi? Bukan, saya bukan musisi. Saya hanya penggemar musik, terutama musik indie, seperti yang sudah saya ceritakan di postingan saya sebelumnya. Tapi track idaman saya ini harusnya bisa lah, karena merupakan perpaduan musik dan story-telling.

Saya jarang menulis tentang story telling selama ini ya? Hihihi, karena saya malu, pasalnya sudah lama sekali saya tidak melakukannya di hadapan anak-anak. Padahal ini salah satu hobby saya juga. Sejak adanya Indonesia Bercerita, sebenarnya sudah lama saya ingin merekam podcast cerita saya sendiri. Tapi saya (sok) sibuk, dan ribet memilih-milih lagu yang ingin saya jadikan backsound. Dan track berjudul “Raconte-Moi Une Histoire” milik M83 ini seakan tamparan yang keras, kapan mau bikin podcastnya (uh saya ditampar terus).

“Raconte-Moi Une Histoire” secara literal berarti “Ceritakan Padaku Sebuah Kisah” dalam bahasa Prancis, ya M83 adalah musisi elektronik dari Prancis. Lagu-lagunya kebanyakan instrumental, dingin, dreamy, kadang-kadang berkesan muram dan misterius. Namun di lagu ini saya merasakan keceriaan di dalamnya, musiknya (terutama di bagian intronya) dan suara anak kecil yang bercerita seakan membawa kita ke dunia penuh petualangan menjadi seekor kodok.

Saya benar-benar ingin membuat podcast dengan musik seperti ini! Idenya sederhana saja kan, sebenarnya mirip dengan musikalisasi puisi, walaupun nggak sama-sama juga sih. Selain itu, anak-anak yang mendengar dongeng juga berhak mendengar musik yang “beda” dari musik yang didengarkan dari radio / televisi. Awalnya saya pikir saya akan mencomot musik-musik yang saya punya saja, minta ijin via myspace/twitter tapi kan lebih asyik jika memang kenal musisinya secara personal..

*mengumpulkan kontak kawan-kawan* *ayo bantu saya* yuk? Pleaaaaseeee…. We are kids at our hearts, aren’t we?

i heard about this frog

it's a very tiny frog

but it's also very special

you can only find it in the jungle

so far away from me

but if you find it and if you touch it

your world can change forever

if you touch its skin

you can feel your body changing

and your vision also

and blue becomes red and red becomes blue

and your mommy suddenly becomes your daddy

and everything looks like a giant cupcake

and you keep laughing and laughing and laughing

nothing is ever quite the same really

and after you finish laughing

it's time to turn into a frog yourself

it's very funny to be a frog

you can dive into the water

and cross the rivers and the oceans

and you can jump all the time and everywhere

do you want to play with me?

we can be a whole group of friends

a whole group of frogs

jumping into the streets

jumping into the planet

climbing up the buildings

swimming in the lakes and in the bathtubs

we would be hundreds, thousands, millions

the biggest group of friends the world has ever seen

jumping and laughing forever

it would be great, right?


i couldn't found the song in soundcloud, please go through this link (via song-o-matic) for preview only yah!